Gubernur: Populasi Gajah di Aceh Terus Berkurang
Posted by ancem212 on February 02 2010 12:00:28

Banda Aceh – Saat ini populasi gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan karena jumlahnya yang terus berkurang, sehingga untuk mempertahankan kelestarian gajah sumatera tersebut menjadi program yang sangat penting.


Extended News

Banda Aceh – Saat ini populasi gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan karena jumlahnya yang terus berkurang, sehingga untuk mempertahankan kelestarian gajah sumatera tersebut menjadi program yang sangat penting.


Kepala Sekrtariat Aceh Green, Yakob Ishadamy, Jum’at (29/1) menyebutkan, dalam pertemuan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dengan bupati/walikota dari daerah yang terjadi konflik manusia dengan satwa Gubernur menyatakan bahwa populasi gajah di Aceh sudah mengkhawatirkan.

Di Aceh, pada tahun 1996 diestimasi jumlah gajah berkisar antara 600-700 ekor. Sementara pada tahun 2007, dari estimasi yang didasari oleh informasi jumlah populasi di daerah-daerah konflik dan data penangkapan gajah akibat konflik diperkirakan populasi gajah Aceh berkisar antara 350-450 individu, sebut Yakob mengutip pernyataan Irwandi.


Menurut Irwandi, angka ini cukup mengkhawatirkan, karena populasi gajah di Aceh dalam 10 tahun terakhir (1996-2006) berkurang hampir 40%. Pada tahun 2007-2008 (sampai bulan September 2008) gajah liar di yang ditangkap atau mati terkait dengan konflik berkisar minimal 39 ekor, yang berarti sekitar 10% dari seluruh populasi gajah liar yang lagi hilang dari populasi liar.

Jumlah populasi dapat dimaknai secara beragam dari sudut pandang keterancaman spesies kunci ini. Karena sebagian populasi gajah Sumatera terfragmentasi di blok-blok hutan kecil yang tidak lagi berperan secara jangka panjang untuk mempertahankan kelestarian gajah Sumatera. Dengan demikian, populasi gajah di Aceh menjadi sangat penting dari segi mempertahankan species gajah ini,” ungkap Irwandi didepan Bupati Aceh Besar, Aceh Pidie, Pidie Jaya, Aceh Timur, Aceh Utara,  Bireun, dan Aceh Barat..

Irwandi menambahkan, harimau tidak tahu kalau kambing yg di lepas di hutan ada yang punya. Demikian juga gajah yang merusak tanaman yang disukainya ditanam di lintasannya lewat. Kita manusia yang diberi akal yang harus pandai menyesuaikan cara kita berusaha. “Penanggulangan potensi konflik satwa liar membutuhkan panduan kesesuaian pola penggunaan lahan, bukan sekadar pengalokasian kawasan hutan dan kawasan budidaya dalam perencanaan tata ruang. Itu tidak cukup. Untuk itu perlu langkah jangka pendek dan jangka panjang,” kata Irwandi. [Junaidi | The Globe Journal | 003]