Banda Aceh – Hutan di Aceh dimanfaatkan untuk penampungan zat karbon. Jumlah karbon yang tertampung di seluruh hutan Aceh mencapai 1,1 miliar. Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam jumpa pers di Gedung Yayasan Leuser Internasional (YLI) di Banda Aceh, Sabtu (9/1).
Banda Aceh – Hutan di Aceh dimanfaatkan untuk penampungan zat karbon. Jumlah karbon yang tertampung di seluruh hutan Aceh mencapai 1,1 miliar. Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam jumpa pers di Gedung Yayasan Leuser Internasional (YLI) di Banda Aceh, Sabtu (9/1).
“Tak semua negara setuju untuk tetap menjaga hutan tanpa penebangan, terutama negara yang sedang berkembang karena khawatir tak bisa membangun negara. Hal tersebut disimpulkan dari pertemuan internasional di Kopenhagen, Denmark tentang iklim dunia,” jelasnya.
Irwandi mengatakan, Aceh tak bersifat demikian. Akan tetapi, Aceh akan tetap memelihara hutan dan mengambil keuntungan dari hasil karbonnya. Hingga kini, Aceh telah memiliki mampu menampung karbon sekitar 1,1 miliar karbon. Dengan rincian, di hutan Leuser ada 187 ton per hektar per tahun. Sebanyak 134 ton per hektar per tahun terdapat di hutan Ulue Masen. Jumlah karbon lainnya banyak terdapat di rawa gambut yang mampu menyimpan karbon 5 kali lebih banyak dari pada hutan biasa. “Ulue Masen yang luasnya 743.000 hektar pada pertengahan tahun akan menghasilkan uang dari penjualan karbon. Untuk lebih meningkatkan daya tamping karbon, maka dibutuhkan hutan yang lebih lagi. Seharusnya transaksi sudah bisa dilakukan, tapi masih ada yang perlu dibenahi,” ungkap Irwandi.
Menurutnya, transaksi ditandatangani pada Juni 2010. Jual beli dilakukan dengan Berlin, Jerman. Untuk harga, 4 USD (Dollar Amerika) per ton. Transaksi itu mengikat perjanjian yakni, apabila pembeli kembali menjual dengan harga 7-8 USD, maka keuntungan harus dibagi dua dengan Aceh. “Uang itu nantinya akan dipergunakn untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Ulue Masen,” ujar Irwandi. [Reza Fahlevi/TGJ]