 BANDA ACEH - Delegasi Aceh yang dijadwalkan akan menghadiri pertemuan KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen dari tanggal 7-18 Desember 2009 mulai tiba di Kopenhagen, Sabtu (12/12). Pertemuan ini menjadi tumpuan harapan negara-negara di dunia bagi upaya mengatasi perubahan iklim, karena diharapkan bisa melahirkan kesepakatan baru sebagai pengganti Protokol Kyoto (1997) yang masa berlakunya berakhir 2012.
Dua anggota delegasi dari Aceh, M Yakob dan Wibisono (mewakili Aceh Green), secara terpisah kepada Serambi tadi malam menyebutkan, delegasi Aceh yang telah tiba di Denmark kemarin adalah, Kepala Bappeda Aceh, Prof Munirwansyah, Kepala Badan Investasi Aceh, M Yakob dan Wibisono dari Aceh Green, dan Ketua Task Force Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD), Fatmi Ridwan.
“Kami baru sampai di Kopenhagen. Kami bertemu dengan teman-teman asal Aceh di sini. Harusnya kami berangkat hari ini, tapi tiba-tiba keberangkatannya dipercepat,” kata Wibisono, ketika dihubungi Serambi melalui Blackberry Messenger, malam tadi. Sebelumnya, M Yakob, juga dari Aceh Green yang menghubungi Serambi melalui saluran intrnasional, dari Kopenhagen, Denmark mengatakan, sebelum memasuki acara konferensi puncak pada 17-18 Desember 2009, delegasi Aceh akan melakukan pertemuan dengan sejumlah delegasi dari negara yang ikut dalam KTT kedua Iklim Global di Los Angeles.
Yakob menambahkan, delegasi mewakili California, Illinois, Wisconsin (Amerika Serikat); Acre, Amapa, Amazonas, Mato Grosso, dan Para (Brasil), serta Aceh, Kalimantan Timur, dan Papua (Indonesia), akan mengusung agenda California dalam rangka memperjuangkan tercapainya kesepakatan soal pengurangan buangan gas rumah kaca. “Kami juga merundingkan konsekuensi penguatan karbon melalui pengembangan hutan, sehingga ada kompensasi yang diberikan negara maju,” kata Yakob.
Ia juga menyebutkan, Gubernur Aceh yang akan berangkat melalui rombongan delegasi nasional bersama Presiden SBY dijadwalkan ikut memberi presentasi dalam acara puncak yang berlangsung 17-18 Desember 2009. “Gubernur memang dijadwalkan akan memberikan presentasi pada acara puncak,” kata Yakob.
*Unjuk rasa Sementara itu, para aktivis Aceh yang tergabung dalam Word Acehnese Association (WAA) mulai menggelar unjuk rasa dengan menggelar spanduk berisikan tuntutan dukungan bagi para delegasi Aceh di KTT Perubahan Iklim Kopenhagen. “Mulai pukul 13.00 Waktu Denmark, kami akan mengusung spanduk di luar gedung konferensi,” kata Koordinator WAA, Tarmizi Abdul Gani dalam perbincangan singkat per telepon dengan Serambi, malam tadi. “Banyak aktivis Aceh dari Skandinavia yang akan bergabung,” tambah pria yang akrab disapa Mukarram, ini.
Dikatakannya, pihaknya akan mendukung langkah dan kebijakan Aceh Green dan Pemerintah Aceh untuk terus menjaga kelesetarian hutan. “Kami juga akan mendukung tercapainya kesepakatan pengurangan gas emisi rumah kaca dan penurunan produksi karbon oleh negara-negara industri,” pungkas Mukarram.(serambinews/yuh/nal) |