Menteri Lingkungan dan Kerjasama Internasional Norwegia, Erik Solheim, mendukung visi Aceh Green untuk mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Aceh. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan energi terbarukan (green energy) sebagai salah satu strategi menghilangkan ketergantungan dari bahan bakar fosil.

Delegasi Norwegia mendukung visi Aceh Green
“Pemerintah Norwegia siap melakukan kerjasama bilateral dengan pemerintah Indonesia untuk mewujudkan agenda Aceh Green,” ungkap Erik setelah mendengar presentasi Tim Sekretariat Aceh Green di Ruang Rapat Kantor Gubernur Aceh, Rabu (24/11) lalu.
Pemerintah Norwegia, kata Erik, ingin juga bekerjasama terkait proyek REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation) khususnya di provinsi Aceh.
“Peluang ini sudah saya ungkapkan ketika bertemu Menteri Kehutanan Indonesia waktu di Jakarta,” kata Erik.
Erik Solheim memimpin delegasi Norwegia mendengar presentasi Tim Sekretariat Aceh Green dan sejumlah stakholder yang selama ini membantu melaksanakan kegiatan/program yang berkaitan dengan visi Aceh Green.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Aceh Green M. Yakob Ishadamy menegaskan kepada delegasi Norwegia bahwa Pemerintah Aceh serius mewujudkan agenda visi Aceh Green. “Kami tentu sangat bangga terhadap dukungan kerjasama dengan pemerintah Norwegia ke depan,”tegas Yakob.
Selain presentasi Tim Aceh Green, delegasi Norwegia juga mendengar presentasi dari Fauna & Flora Internasional (FFI) Program Aceh yang mempresentasikan tema proyek Aceh’s REDD, presentasi Dinas Pertambangan dan Energi Aceh dengan tema Green Energy, dan presentasi Eye on Aceh dengan tema “Mining Sector” di Aceh. |