Pers release : Gangguan Gajah Makin Serius, Gubernur Irwandi Minta Perbanyak CRU di Wilayah Konflik
Konflik satwa liar terutama gajah dengan manusia yang marak terjadi di
beberapa wilayah Aceh, mendorong Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bertemu
para bupati untuk membahas upaya penanganan hal itu. Pertemuan diikuti
para Bupati dan instansi teknis, yakni Aceh Besar, Aceh Pidie, Pidie
Jaya, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, dan Aceh Barat. Wilayah-wilayah
tersebut diidentifikasi sering mengalami gangguan gajah liar.
Pada
kesempatan itu, Gubernur juga memandang perlu dibangun Conservation
Respone Unit (CRU) untuk menanggulangi konflik satwa liar,terutama di
wilayah-wilayah yang selama ini rawan terjadi konflik satwa.
“Pembangunan CRU itu sebagai langkah jangka pendek dan jangka panjang.
Saya berharap pemerintah kabupaten berperan aktif membangun CRU,”tegas
Gubernur Irwandi para pertemuan tersebut di Kantor Gubernur Aceh, Kamis
(28/1).
Gubernur: Populasi Gajah di Aceh Terus BerkurangBanda Aceh – Saat ini populasi gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan karena jumlahnya yang terus berkurang, sehingga untuk mempertahankan kelestarian gajah sumatera tersebut menjadi program yang sangat penting. Kepala Sekrtariat Aceh Green, Yakob Ishadamy, Jum’at (29/1) menyebutkan, dalam pertemuan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dengan bupati/walikota dari daerah yang terjadi konflik manusia dengan satwa Gubernur menyatakan bahwa populasi gajah di Aceh sudah mengkhawatirkan. |
Tekad Aceh Turunkan Emisi KarbonDesember lalu, ratusan pemimpin negara-negara didunia berkumpul di Kopenhagen, Denmark guna membicarakan cara mengatasi perubahan iklim. Sayangnya, pertemuan tersebut gagal mencapai kata sepakat.
Tapi kegagalan itu tak menyurutkan banyak kalangan untuk tetap mencari cara menyerap karbon, penyebab pemanasan global. Pemerintah Aceh salah satunya. Sejak dua tahun terakhir mereka menerapkan kebijakan jeda tebang dibumi serambi mekah tersebut. Tujuannya, guna mengurangi pembalakan liar yang ramai terjadi pasca perjanjian damai GAM dengan pemerintah. Belakangan, kemampuan hutan Aceh menyerap karbon ini juga akan dijadikan komoditi perdagangan karbon dalam skema REDD. |
"Aceh Green bukan saja persoalan hutan, lingkungan dan satwa. Bukan juga sebatas reboisasi dan tanam sawit. Aceh Green merupakan visi atau cita-cita yang harus menjadi landasan filosofis untuk pembangunan Aceh yang didasarkan pada prinsip keberlanjutan sumber daya alam dan prinsip keadilan dalam pemanfaatannya." Gubernur Irwandi Yusuf. |









